cerita gaming – Ketika Housemarque merilis Returnal, banyak gamer sepakat bahwa game tersebut adalah salah satu shooter paling adiktif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, satu kritik yang terus muncul adalah tingkat kesulitannya yang dianggap terlalu tinggi bagi sebagian pemain.
Kini, Housemarque kembali dengan proyek terbaru mereka, SAROS. Pertanyaannya: apakah mereka berhasil memperbaiki kekurangan sebelumnya tanpa mengorbankan identitas khas mereka?
Kesan Pertama: Familiar Tapi Tidak Sama
Di beberapa jam pertama bermain, sangat sulit untuk tidak membandingkan SAROS dengan Returnal. Atmosfernya mirip, gaya gameplay-nya terasa familiar, dan pendekatan third-person shooter masih menjadi inti utama. di kutip kumparan.com bahkan, banyak pemain mungkin akan berpikir bahwa ini adalah “Returnal 2” dalam bentuk yang berbeda.
Namun semakin lama dimainkan, semakin terlihat bahwa SAROS memiliki identitasnya sendiri. Ia tidak hanya meniru formula lama, tetapi mencoba memperluasnya.
Gameplay Bullet Hell yang Lebih Halus
Salah satu kekuatan utama Housemarque adalah kemampuan mereka dalam merancang gameplay yang responsif dan adiktif. Hal ini kembali terasa di SAROS.
Konsep bullet hell masih menjadi fondasi utama, di mana pemain harus menghindari ratusan proyektil dalam satu waktu, mengatur posisi dengan presisi tinggi dan menyerang sambil bertahan secara bersamaan
Namun, ada satu perbedaan besar: SAROS terasa lebih “ramah”. Jika Returnal sering terasa menghukum, SAROS memberikan ruang bagi pemain untuk belajar dan berkembang tanpa langsung membuat frustrasi.
Baca juga : Review Build Rossi di Arknights: Endfield – Kombinasi Damage dan Vulnerability Terbaik
Visual dan Atmosfer: Sinematik dan Imersif
Dari segi visual, SAROS melanjutkan standar tinggi yang sudah dibangun sebelumnya. Lingkungan dalam game terasa misterius, futuristik dan sedikit “asing” namun menarik
Desain dunia dibuat dengan detail tinggi, menciptakan suasana yang membuat pemain ingin terus menjelajah. Efek pencahayaan, partikel, dan desain musuh juga terlihat lebih matang dibandingkan Returnal. di kutip nytimes.com
Kesimpulan
SAROS adalah bukti bahwa Housemarque tidak hanya mampu menciptakan game hebat, tetapi juga belajar dari pengalaman mereka. Bagi penggemar Returnal, SAROS adalah langkah maju yang logis. Bagi pemain baru, ini adalah pintu masuk sempurna ke dunia bullet hell ala Housemarque.
